Wednesday, November 26, 2014

KLIPING ONLINE PSIS

Evaluasi PSIS
Absennya Pemain Membuat Penampilan PSIS Menurun
Rabu, 4 September 2013 18:08 WIB
.

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Muslimah
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Banyak pecinta bola Semarang yang tak habis pikir dengan kiprah PSIS musim ini. Meledak-ledak di awal, namun loyo di babak 12 besar.
Di babak penyisihan grup PSIS begitu menjanjikan. Apalagi setelah manajemen menambah amunisi dengan merekrut pemain bintang Ronald Fagundez dan striker Addison Alves.
Dalam evaluasinya, Manajer Teknik Mahesa Jenar, Setyo Agung Nugroho mengungkapkan, sebab paling kentara lenyapnya kegarangan PSIS karena banyaknya pemain pilar yang justru banyak absen di laga-laga penentuan.
Di babak 12 besar PSIS memang tidak pernah tampil full team. Selalu ada yang absen. Pada laga perdana versus PS Bangka, Addison Alves tidak tampil.
Selanjutnya lawan Persebaya giliran Ronald Fagundez yang absen. Saat away versus PSBS Biak, Fagundez dan Morris Power bahkan sama absen.
Sementara pada putaran kedua, PSIS hanya mengandalkan tenaga muda karena lima pemain senior sudah dipecat setelah insiden 16 Agustus dimana mereka mogok berlatih.
"Meski lolos ke 12 besar, kami tetap merasa gagal karena target awal adalah lolos Liga Super. Jadi saya pribadi ingin musim depan PSIS dipegang figur yang lebih baik," kata Setyo Agung, Rabu (4/8/2013).
Selanjutnya, pada Jumat (6/9/2013) manajemen berencana menyerahkan hasil evaluasi (laporan pertanggungjawaban) kepada pengurus PSIS yang diwakili Ketua Harian, Simon Legiman. (*)
KLIPING ONLINE PSIS

Evaluasi PSIS
Inilah Nama Punggawa PSIS Yang Dinilai Layak Dipertahankan
Rabu, 4 September 2013 18:25 WIB
.

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Muslimah
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sekitar tujuh hingga delapan pemain PSIS musim ini dinilai layak dipertahankan. Mereka adalah pemain muda asli Semarang dan sekitarnya yang sering tampil di pertandingan resmi Mahesa Jenar.
Manajer Teknik PSIS, Setyo Agung Nugroho tidak memerinci siapa pemain tersebut.
"Karena tugas kami kan segera selesai setelah laporan pertanggungjawaban diserahkan ke pengurus harian. Jadi sudah tidak punya wewenang lagi terkait pemain," ujarnya kepada Tribun Jateng, Rabu (4/9/2013).
Namun menurutnya, memang sayang jika tenaga muda musim ini tidak dinego lagi karena mereka memiliki potensi.
Pemain muda yang musim ini kerap menjadi pilihan pelatih Firmandoyo di laga resmi diantaranya striker Harry Nur Yulianto, gelandang Rizky Yulian, Saiful Amar dan Vidi Hasiholan serta bek Fauzan Fajri, Ryco Fernanda dan Ipan Priyanto. (*)

Tuesday, November 25, 2014



KLIPING ONLINE PSIS

Sebagian Pemain PSIS Masih Ingin Bertahan Hingga Musim Depan
Sabtu, 8 November 2014 17:41 WIB
.
Laporan wartawan Tribun Jateng, Ponco Wiyono
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pembubaran tim PSIS menyisakan pertanyaan, hendak ke mana para pemain setelah ini. CEO Yoyok Sukawi sendiri yakin, para pemain masih bakal bertahan di tim kebanggaan masyarakat Semarang itu.
Kapten tim Fauzan Fajri berharap, rekan-rekannya mengikuti jejaknya untuk tetap bertahan di musim depan. Beberapa pemain menyatakan kesiapannya, termasuk playmaker impor dari Uruguay, Ronald Fagundez.
"Sungguh, nyaman sekali berada di tim ini, saya tidak ingin pergi," ujar pemain yang wajahnya mirip aktor Prancis Vincent Cassel ini.

Gelandang Vidi Hasiholan juga memaparkan hal serupa. Vidi yang berdarah Batak dan Timor Leste ini mengaku kerasan di PSIS.
Alasannya, selain Semarang merupakan tempat kelahirannya, Mahesa Jenar juga menerapkan sistem kekeluargaan yang kuat. Bek senior Sunar Sulaiman memperkuat pendapat Vidi.
Orang Makassar ini mengatakan, percuma bergabung dengan tim yang mau menggaji lebih besar, namun tidak menciptakan suasana nyaman terhadap pemain. Sebaliknya, Sunar mengaku terkesan dengan sikap manajemen dalam memperlakukan pemain, dan ini menjadi pertimbangan Sunar untuk bertahan.
"Ada beberapa tawaran, namun PSIS akan menjadi prioritas saya," katanya. (*)
KLIPING ONLINE PSIS

Johar Lin Eng Nilai Pemberian Sanksi Diskualifikasi untuk PSIS Janggal
Selasa, 4 November 2014 07:33 WIB
.
.
Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ketua Umum Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Johar Lin Eng menilai ada beberapa kejanggalan terkait keputusan komisi disiplin yang menjatuhkan sanksi diskualifikasi kepada PSIS Semarang.
"Pertama, dasar hukum yang digunakan adalah kode disiplin tahun 2011 yang belum dibagikan dan disetujui dalam kongres PSSI," jelasnya, Senin, (3/11/2014).
Ditemui saat membuka babak kualifikasi zona Jawa PON Remaja, di stadion Citarum, dia menjelaskan seharusnya seluruh regulasi yang ada harus disahkan dahulu dalam sebuah konggres.
Jika memang belum disahkan, maka seharusnya sanksi harus sesuai dengan statuta FIFA, sebagai induk sepak bola dunia. "Indonesia pernah terkena kasus yang sama di Piala Tiger dengan gol bunuh diri Mursyid, kala itu FIFA tidak memberi sanksi Indonesia, tapi Individunya," jelasnya.
Apalagi menurutnya setelah melihat rekaman pertandingan, lima gol bunuh diri PSIS Semarang dilakukan murni secara spontanitas, tanpa ada perencanaan terlebih dahulu.
"Jelas tidak ada rencana untuk kalah, karena kalau mencari kalah PSIS bisa saja WO, beres, seperti WO PSGC ke Persiwa juga justru belum ada sanksi," ini seharusnya menjadi perhatian juga.
Ketua Asprov Jateng yang menjabat sejak tahun 2013 itu berharap komisi disiplin bisa meninjau kembali sangsi yang sudah diberikan kepada Mahesa Jenar, karena ada beberapa hal yang melemahkan seperti yang telah dia utarakan.
Dia menambahkan larangan untuk banding juga menurutnya kurang tepat. Selain komdis, ada juga komisi banding (komding), yang fungsinya memang menampung tim-tim yang mengajukan banding.
"Yang salah memang harus dihukum, tapi tidak perlu takut jika diajukan banding, kasian tim yang ingin mencari keadilan," pungkasnya. (*)
Sejarah PSIS SEMARANG
Skuad PSIS Semarang 1987 menjelang final perserikatan melawan Persebaya di Stadion GBK


Persatuan Sepak Bola Indonesia Semarang atau PSIS merupakan klub sepak bola asal Semarang, Jawa Tengah, Indonesia yang bermarkas di Stadion Jatidiri Semarang. Julukan klub ini adalah “Laskar Mahesa Jenar”. PSIS tercatat sebagai klub ketiga yang pernah menjuarai Perserikatan dan Divisi Utama Liga Indonesia, setelah Persib Bandung dan Persebaya Surabaya.

PSIS berdiri pada 18 Mei 1932 ketika Semarang masih berada di bawah kekuasaan pemerintah kolonial Belanda. Yang pertama tercatat adalah team sepak bola adalah UNION. Tim yang berdiri pada 2 Juli 1911 itu hanyalah sebutan bagi tim dengan nama Tionghoa Hoa Yoe Hwee Koan. Tim ini mendapatkan hak rechspersoon pada 1917 dari pemerintah kolonial.

Selanjutnya ada pula tim bernama Comite Kampioens-wedstrijden Tionghoa (CKTH) dengan gedung olahraga di wilayah Seteran. Pada 1926, tim ini berubah nama menjadi Hwa Nan Voetbalbond (HNV). Klub ini bahkan telah melakukan pertandingan ekshibisi dengan klub luar negeri asal Taiwan, Loh Hua Team Voetbalbond.

Di kalangan pendukung pribumi, perkumpulan yang menonjol adalah Tots Ons Doel (TOD) yang didirikan pada 23 Mei 1928, bermarkas di Tanggul Kalibuntang (sekarang Jalan Dr Cipto). Dalam perjalanannya Tots Ons Doel berganti nama menjadi PS Sport Stal Spieren (SSS). PS SSS inilah yang kemudian menjadi cikal bakal PSIS Semarang. Pada tahun 1930 tim ini berganti nama menjadi Voetbalbond Indonesia Semarang (VIS) yang berlatih di Lapangan Karimata Timur.

Setelah PSSI lahir pada 19 April 1930, Voetbalbond Indonesia Semarang berganti nama penjadi Persatuan Sepak bola Indonesia Semarang (PSIS) yang beranggotakan klub sepak bola Romeo, PSKM, REA, MAS, PKVI, Naga, RIM, RDS dan SSS. Adapun nama klub SSS kemudian berganti menjadi berbahasa Indonesia, Sport Supaya Sehat, sampai sekarang.

Julukan Mahesa Jenar merupakan adaptasi dari tokoh utama dalam cerita Nagasasra dan Sabukinten karya S.H. Mintardja. Cerita yang populer tahun 1960 ini mengisahkan tentang sosok mantan prajurit Kasultanan Demak dalam upaya mencari pusaka kerajaan, yakni keris Nagasasra dan Sabukinten. Mahesa Jenar dikenal pula sebagai Senapati Rangga Tohjaya. Gelar itu didapatnya saat masih menjabat sebagai salah satu prajurit pilihan di Kerajaan Demak. Mahesa Jenar berasal dari Kadipaten Pandan Arang (Semarang). Mahesa Jenar dikenal dengan sikapnya yang jantan dan ksatria.

Sejak pertama kali berdiri, PSIS baru bisa mencicipi gelar juara pada 1987 setelah mengalahkan Persebaya Surabaya di final kompetisi perserikatan PSSI dengan skor 1-0 melalui gol tunggal Syaiful Amri.

Di kompetisi berikutnya, PSIS nyaris terjerumus dalam lubang degradasi. Hal itu tak lepas dari sikap tak sportif Persebaya yang terkenal dengan sebutan “Sepak Bola Gajah”. Dalam sebuah pertandingan, tim berjuluk Bajul Ijo itu mengalah 12-0 dari Persipura Jayapura. Beruntung, PSIS masih mampu bertahan dan terus bertahan.

Prestasi tertinggi PSIS adalah ketika menjuarai Kompetisi Divisi Utama Perserikatan PSSI tahun 1987 dan Juara Liga Indonesia 1999 setelah di final yang digelar di Stdaion Klabat Manado, Laskar Mahesa Jenar asuhan Edy paryono mengalahkan –sekali lagi- Persebaya Surabaya dengan skor 1-0 melalui gol Tugiyo. Pada musim 2006 PSIS menjadi runner-up Liga Indonesia. Di final, tim yang saat itu dilatih Bonggo Pribadi kalah dari Persik Kediri dengan skor 0-1 di Stadion Manahan, Solo.

Selain itu, PSIS juga tampil sebagai runner-up Piala Emas Bang Yos (PEBY) yang terakhir, diadakan di Jakarta akhir tahun 2006.

Pada musim 2013 ini, PSIS berlaga di kompetisi Divisi Utama PT Liga Indonesia. Tim kebanggaan warga Semarang ini dikelola oleh PT Setia Binanusa yang berlokasi di Jakarta. Investor tersebut menunjuk Ferdinand Hindiarto sebagai general manager dan Setyo Agung Nugroho sebagai manajer tim.

Dalam pembentukan tim, manajer mempercayakan penanganan tim kepada pelatih Firmandoyo. Sebelumnya, Firmandoyo merupakan arsitek tim PON Jateng. Di PSIS, dia dibantu oleh asisten pelatih Eko Purjianto yang merupakan mantan pemain PSSI Primavera dan mantan kapten timnas Indonesia.

Materi pemain musim ini merupakan perpaduan pemain muda dan senior. Namun, sebagian besar merupakan pemain muda. Hal itu sesuai dengan keinginan manajemen yang ingin membentuk tim yang muda dan bertenaga.


*Dari berbagai sumber

 

Skuad PSIS Semarang Musim 2012/2013
Skuad PSIS Semarang 1990-an

Skuad PSIS Semarang 1998/1999
Skuad PSIS Semarang 1987 menjelang final perserikatan melawan Persebaya di Stadion GBK