Wednesday, October 21, 2015

Tiga Asisten Pelatih Negosiasi soal Gaji

SEMARANG - Begitu diumumkan, secara diam-diam tiga asisten pelHaryantoatih PSIS, yakni Joko Yogyanto, Bambang Haryanto, dan Janu Ismanto, melakukan negosiasi dengan Manajer Tim Yoyok Sukawi di Jalan S Parman, mengenai nilai kontrak dan gaji mereka.
"Tiga asisten itu dipanggil satu per satu untuk tawar-menawar nilai kontrak dan gaji yang mereka minta. Negosiasi itu baru saja selesai dilakukan. Setelah itu kumpul bersama untuk membicarakan program selanjutnya," tutur salah satu sumber, yang enggan disebutkan jati dirinya, petang kemarin.
Manajer Tim Yoyok Sukawi juga tak mengelak ketika dimintai konfirmasi. Dia berterus terang baru saja selesai melakukan negosiasi. Namun dia tak mau menjelaskan soal gaji dan kontrak tiga asisten itu.
"Semua sudah beres. Tinggal melangkah ke program berikutnya. Mengenai kontrak, tidak etis saya sebut nilai nominalnya. Yang jelas tiga asisten itu ada kontrak dan gaji, besarnya normal-normal saja."
Sementara itu Bambang , yang dipercaya menangani khusus kiper, mengaku sudah beres semua. Ada yang lebih menggembirakan karena dia bisa kumpul lagi dengan Joko Yogyanto.
"Selama lima tahun (1979-1984) di PSIS bersama Yogi. Mengajukan pensiun muda dari BRI juga dalam waktu yang sama, sehingga kekompakan yang kami jalin selama ini bisa membuahkan prestasi PSIS lebih baik daripada kompetisi kemarin," tutur Bambang.(C16-57g)

Monday, October 12, 2015

Kompetisi Divisi I-II PSIS

Garuda Hampir Pasti Promosi SEMARANG- Meskipun masih menyisakan dua pertandingan, PS Garuda hampir pasti promosi ke Divisi I PSIS. Pada partai ke-8, Minggu (14/7), Garuda menang telak 6-1 atas PMC di Stadion Citarum.
Dari enam gol itu, tiga merupakan hattrick Teguh (7, 73, 89). Sisanya dibagi rata oleh Dony (12), Sugiyono (20), dan Andik (83).
Satu-satunya gol balasan PMC dicetak Rifai pada menit ke-90. Tambahan tiga angka tersebut membuat anak-anak asuhan pelatih Firmandoyo itu mengumpulkan 19 poin dan bertengger pada puncak klasemen. Mereka hampir pasti promosi.
Di belakang Garuda, Tugu Muda dan Kuda Laut menempel dengan nilai 17 dan 13. Akan tetapi, kedua tim itu mempunyai keuntungan karena baru memainkan tujuh pertandingan. PS Lowo mengemas nilai 11 dari enam kali tampil.
Pada hari yang sama, PS TEPZ menang tipis 3-2 atas juara bertahan Pemuda Ansor Semarang (PAS). Tiga gol TEPZ diborong Hery EP (46, 51, 77), sedangkan dua gol PAS dicetak oleh MS Wafa pada menit ke-39 dan ke-94.
Di kelompok Divisi I terdapat tiga tim terancam degradasi, yaitu PS Undip yang baru memiliki satu angka, Persisac dengan dua angka, dan OMJ dengan empat angka. Ketiganya sudah memainkan tujuh pertandingan.
Dengan kemenangan tersebut, TEPZ terus membayangi PS POP sebagai pimpinan klasemen sementara dengan nilai 13 (setelah dikurangi tiga angka akibat mogok main ketika berhadapan dengan POP). (C16-77j)

Klasemen Sementara
Divisi II
1. Garuda 8 6 1 1 22/ 7 19
2. Tugu Muda 7 5 2 0 12/ 4 17
3. Kuda laut 7 4 1 2 19/12 13
4. Lowo 6 3 2 1 9/7 11
5. Union 6 2 2 2 9/8 8
6. Romeo 7 2 2 3 7/9 8
7. PMC 6 1 4 1 9/12 7
8. Barata 7 1 4 2 7/8 7
9. TCS 7 1 3 3 7/10 6
10.Siasat Cepat 6 1 2 3 6/8 5
11.HW 7 0 5 2 5/8 5
12.Tunas Muda 7 1 2 4 4/10 5
13.Persepu 7 1 2 4 5/18 5
Divisi I:
1. POP 7 6 1 0 19/4 19
2. TEPZ 8 5 1 2 18/10 13
3. SSS 7 3 4 0 9/6 13
4. PSAD 7 3 3 1 18/11 12
5. Biprada 7 3 3 1 10/7 12
6. Tunas Sakti 6 3 2 1 8/7 11
7. Unnes 7 3 1 3 12/11 10
8. PAS 8 1 5 2 10/12 8
9. Untag 7 2 2 3 9/11 8
10.OMJ 7 1 1 5 6/15 4
11.Persisac 7 0 2 5 7/18 2
12.Undip 7 0 1 6 6/18 1


Saturday, October 10, 2015

Senin, 15 Juli 2002
SEMARANG - Keinginan Manajer Tim PSIS Yunior, Suka Adhi Satya, mendatangkan PSSI U-21 tahun akan menjadi kenyataan. Menurut rencana tim yang dilatih oleh Bambang Nurdiyansyah akan uji coba dengan PSIS Yr, di Stadion Jatidiri, tanggal 24 Juli mendatang.
Kepastian itu diperoleh dari Wakil Manajer Tim Atmaji, setelah melakukan pendekatan langsung dengan Bambang Nurdiyansyah. Rombongan PSSI yang berjumlah 27 pemain dan ofisial itu akan menginap di Hotel Candi Indah.
''Setelah Mas Adhi (manajer tim-Red) memberi lampu hijau, kami langsung bergerak. Hasilnya tidak sia-sia, mendapat respons positif, PSSI siap main di Semarang 24 Juli,'' tutur Atmaji, semalam.
PSSI juga tidak komersial, karena hanya meminta penginapan, makan empat kali, serta uang saku pemain, yang jumlahnya tidak terlalu memberatkan, setelah dihitung-hitung habisnya sekitar Rp 10 juta.
''Untuk menutup kekurangan dana itu, pertandingan akan kami karciskan. Mengenai Stadion Jatidiri, tidak ada masalah. Pengelola stadion sudah menyanggupi, sehingga untuk sementara ini persiapan kami anggap lancar.''
Pelatih PSIS Yunior Cornelis Soetadi juga menyatakan tidak ada masalah. Dia mengatakan, makin banyak uji coba timnya akan makin matang, kendati anak-anak asuhannya saat ini sedang mengikuti turnamen di Sragen, yang hari ini akan berhadapan dengan Persibas. (C16-57t)
Senin, 15 Juli 2002 SEMARANG - Calon-calon pendamping pelatih PSIS Daniel Roekito untuk menangani tim Mahesa Jenar, kini sudah menjadi pembicaraan hangat di kalangan pemerhati sepakbola Semarang. Padahal, hingga saat ini Roekito belum pernah mengungkapkan secara transparan.
Semula beredar nama Firmandoyo, Djoko Yogyanto SH, kemudian muncul dua nama lagi yaitu Daud Ganafianto dan Benny Hartono, yang bakal menjadi asisten pelatih karena semuanya berminat.
"Dari empat nama itu, harus ada tiga calon yang gugur. Nama Firmandoyo masih kuat, bahkan hampir pasti. Pelatih fisik Janu Ismanto, pelatih kiper adalah Bambang Haryanto, kedua nama ini juga sudah hampir pasti," tutur salah satu sumber yang layak dipercaya.
Dia mengatakan, Khairil Anwar juga diminati oleh Roekito yang berlanjut pertemuan di Semarang beberapa hari lalu. Tetapi saat itu mantan gelandang bertahan Persebaya itu belum mau buka harga.
"Kalau di Persebaya nilai kontrak Khairil Anwar Rp 100 juta, dengan gaji Rp 10 juta/bulan, tentu di PSIS dia akan mengajukan nilai yang lebih," jelasnya.
Paparkan Program
Roekito belum bisa dihubungi. Yang bersangkutan masih di Malang. Saat dikontak, HP-nya juga tidak diaktifkan. "Saat ini Mas Roekito masih di Malang, mengambil barang-barangnya yang tertinggal," tutur Manajer Tim Yoyok Sukawi.
Yoyok juga tidak mau komentar tentang siapa saja yang bakal menjadi pendamping. "Masalah itu sepenuhnya wewenang pelatih. Tunggu saja setelah dia datang dari Malang," pintanya.
Di sisi lain, putra kedua Ketua Umum PSIS itu menjelaskan, PSIS akan melangkah lebih jauh setelah Roekito memaparkan program, yang dijadwalkan berlangsung hari Jumat mendatang.
Sudah jelas, materi pemain PSIS yang mengutamakan pemain lokal akan didahului dengan seleksi pemain dari klub-klub anggota PSIS, yang tergabung di Divisi I dan Divisi II.
"Semuanya akan jelas, setelah pelatih memaparkan program di depan manajemen dan Ketua Umum PSIS. Rencana perekrutan pemain baru dilakukan setelah seleksi pemain yang segera dilakukan."
Sementara itu, Drs Janu Ismanto MS yang disebut-sebut sebagai calon pelatih fisik mengaku sudah pernah dihubungi oleh PSIS, tetapi belum sampai tahap pembicaraan khusus.
"Beberapa hari yang lalu saya sudah dihubungi lewat telepon. Pada prinsipnya, kami siap. Sebagai warga Semarang yang baik, harus selalu siap kalau diminta," janji Sekretaris Pengda PSSI Jateng itu. (C16-57t)

Friday, October 9, 2015

SEMARANG - PSIS Yunior hanya mampu main imbang 1-1 dengan Persijap Pratama (eks yunior 1998), pada pertandingan uji coba pembukaan Turnamen Sepakbola Antarkecamatan Piala Bupati, di Lapangan Pancasila Demak, sore kemarin.
Persijap memimpin 1-0 lebih dahulu lewat gol yang dicetak oleh Lekan Asmara. Baru pada menit ke-61 anak-anak asuhan pelatih Cornelis Soetadi itu, menyamakan kedudukan 1-1 dari titik penalti oleh Deny Rumba.
Tendangan penalti itu diberikan oleh wasit Sutadi dari Demak, setelah pemain belakang Persijap Makmur Abadi hands ball di kotak penalti. Kalau pemain-pemain depan PSIS lebih tenang, kemenangan akan diperoleh, karena banyak memiliki peluang.
Bahkan di babak kedua, PSIS terus mengurung pertahanan Khadis dkk, sehingga penjaga gawang Tarmizi jatuh bangun mempertahankan gawangnya.
Beberapa peluang terjadi seperti peluang yang dibuat Eko Prasetyo dan Achmad Zainidan Audi.
"Seperti yang Anda lihat, beberapa peluang kami miliki. Kesempatan hampir 100 persen, karena tinggal berhadapan dengan kiper. Namun, tidak satu pun peluang jadi gol," tutur Soetadi seusai pertandingan sambil menjelaskan, Senin besok PSIS akan berhadapan dengan Persibas, di Sragen.
Turnamen sepakbola antarkecamatan Kabupaten Demak itu diikuti 16 tim. Pada hari pertama sore nanti, kesebelasan Kecamatan Guntur berhadapan dengan Kecamatan Wedung.
"Yang menang berhak mewakili Kabupaten Demak ke tingkat Jateng," ujar Ketua Korwil III Drs Wahadi. (C16-57e)
Sabtu, 13 Juli 2002

PSIS Yr Kalahkan IM

SEMARANG - Tinggal selangkah lagi PSIS Yunior lolos ke semifinal Turnanen Sepakbola Indonesia Muda (IM) Bank Mandiri yang kini digelar di Stadion Taruna Sragen, setelah menang 2-0 atas IM Jakarta, Kamis.
Pada menit ke-30, Eko Prasetyo membuka kemenangan lewat tendangan bebas. Dua menit menjelang bubaran, Amat Zaini memperbesar kemenangan 2-0 yang berhasil dipertahankan sampai bubaran.
Dengan modal tiga angka, peluang PSIS Yr lolos ke semifinal cukup besar, karena masih menyisakan dua pertandingan lagi. Hari Senin, mereka berhadapan dengan Persibas Banyumas dan dua hari berikutnya dengan Persipur Purwodadi.
''Kalau menang sekali lagi, tim kami pasti lolos. Apalagi, pada pertandingan sebelumnya, Persibas dan Persipur main imbang tanpa gol,'' tutur Pelatih PSIS Yunior C Soetadi seusai latihan di Stadion Citarum, sore kemarin.
Anak-anak asuhannya sengaja tidak diistirahatkan seusai main di Sragen. Sore kemarin mereka latihan di Stadion Citarum. ''Kalau diliburkan, kami khawatir anak-anak tidak bisa menjaga stamina. Kendati hanya latihan ringan, program latihan tetap kami lakukan.''
Sore nanti, tim di bawah komando Manajer Tim Suka Adhi Satya itu akan turun di lapangan lagi berhadapan dengan Persijap di Demak, partai pembukaan turnamen Piala Bupati Demak.
''Kami memperbanyak uji coba dengan harapan bisa mempercepat kematangan tim. Lawan Persijap hanya untuk penjajakan, karena Persijap juga melakukan persiapan Kompetisi Liga Remaja 'Piala Suratin'.'' (C16-57e)
Jumat, 12 Juli 2002 SEMARANG- Mantan Manajer Umum PSIS HB Bahreisy Gozali meyakini, dana tim Mahesa Jenar dalam menghadapi Kompetisi Liga Indonesia (KLI) IX akan tercukupi. Alasannya, manajemen PSIS akan dikomando oleh Yoyok Sukawi yang nota bene putra Wali Kota Sukawi Sutarip yang juga Ketua Umum PSIS.
"Dengan kapasitas sebagai putra Wali Kota, tentu Mas Yoyok tidak akan menemui kesulitan berarti dalam menggali dana dari masyarakat terutama para pengusaha," ungkap Gozali, kemarin.
Gozali menilai, para pengusaha di Semarang tidak terlalu sulit dimintai partisipasi dalam membina olahraga. Dengan catatan, Pemkot Semarang juga harus peduli dan memperhatikan kiprah mereka.
Lebih lanjut dia mengungkapkan, kebutuhan dana pada KLI VIII lalu sekitar Rp 5 miliar. Jumlah tersebut bisa terpenuhi, tidak lain lantaran peran serta Wali Kota dalam menggugah para pengusaha.
Evaluasi
Pada sisi lain, Gozali yang dalam kepengurusan PSIS periode 2000-2004 sebagai Ketua Bidang Dana mengkritik langkah Wali Kota dalam pembentukan ofisial/manajemen tim PSIS kali ini. Sebab, penunjukan Yoyok tanpa melibatkan pengurus dan klub-klub anggota PSIS.
"Yang pasti, hasil kerja ofisial tim PSIS musim lalu belum dievaluasi. Seyogianya, manajer tim bersama staf diundang untuk mempertanggungjawabkan hasil kerjanya di hadapan pengurus. Namun hingga kini, hal itu belum dilakukan."
Dia menyarankan, manajer tim yang sekarang sudah ditunjuk terus bekerja. Akan tetapi untuk menunjangnya, hasil evaluasi dari ofisial sebelumnya tetap diperlukan sebagai bahan acuan kerja bagi manajer tim saat ini.
"Jika tidak ada evaluasi dan pembubaran ofisial, secara resmi saya menangkap kesan ada sikap habis manis sepah dibuang."
Dia menjelaskan, PSIS yang saat ini tidak berdiri sendiri. Maksudnya, keberadaannya sekarang tidak terlepas dari periode sebelumnya. "PSIS saat ini kan hasil kerja ofisial lalu yang berjuang keras agar terhindar dari degradasi. Tidak bisa pula dilupakan, mereka yang bekerja mengantar kembali ke Divisi Utama dari Divisi I."(A4-57j)

 
Jumat, 12 Juli 2002 SEMARANG - Begitu ditunjuk sebagai Pelatih Kepala PSIS, Daniel Roekito langsung bekerja. Dalam waktu tiga sampai empat hari ini dia akan melakukan observasi sambil memilih pendamping yang masih kosong. Yakni, asisten pelatih, pelatih fisik, dan pelatih kiper.
"Setelah itu kami akan langsung membuat program. Begitu program selesai, langsung kami presentasi ke manajemen tim, termasuk di depan Ketua Umum PSIS (Sukawi Sutarip SH). Sehari berikutnya saya akan jumpa pers," janji Roekito, semalam.
Dia mengakui sampai saat ini belum punya gambaran tentang asiten dan pelatih fisik. "Masalah pendamping sepenuhnya dipercayakan pada saya. Tunggu dua atau empat hari lagi, para pendamping itu sudah bisa diumumkan."
Dia tak bisa bekerja sendirian, tanpa didukung pengurus, insan bola di Semarang, dan pendukung setia PSIS. "Tanpa mendapat dukungan, peran kami tidak berarti. Tidak lupa, ucapan terima kasih pada manajemen dan pengurus PSIS yang memberikan kepercayaan pada saya."
Pemain Lokal
Pemain-pemain lokal Semarang, yang kini mengikuti Kompetisi Antarklub Divisi I dan II PSIS, akan dia jadikan dasar kerangka tim. Karena, Daniel akan lebih mengutamakan pemain Semarang.
Kelak, data pemain yang kini sudah ada di tangan tim pemandu bakat PSIS akan dia minta untuk diseleksi. Pemain-pemain lama seperti Firman Sukmono, Restu Kartiko, M Ridwan, Khusnul Yaqien, Wasis Purwoko, Arif Rachman, Budiman, Heri Ismanto juga akan dia perhatikan.
"Kami perkirakan seleksi berlangsung tiga minggu. Program kami lebih memprioritaskan pemain lokal."
Dalam pada itu, siang kemarin mantan stopper Persebaya, Khairil Anwar datang ke Semarang, menyampaikan keinginannya untuk bergabung dengan PSIS, tetapi masih baru sebatas pembicaraan.
Prinsipnya Roekito tertarik kepada Pace - panggilan Khairil Anwar, selain bisa sebagai stopper juga bisa menempati posisi gelandang bertahan, hanya saja yang bersangkutan belum membuka harga.
"Oleh manajer, kami diberi kepercayaan penuh untuk memilih pemain. Kalau harganya masih bisa terjangkau, tentunya akan kami pakai. Dia berjanji, harga akan disampaikan lewat telepon," jelas Roekito. (C16-57g)


Copyright© 1996 SUARA MERDEKA

Wednesday, October 7, 2015

Kamis, 11 Juli 2002 Roekito Pelatih Baru PSIS SEMARANG - Daniel Roekito akhirnya terpilih sebagai pelatih baru PSIS Semarang. Kepastian itu dikemukakan Manajer Tim PSIS Yoyok Sukawi kepada Suara Merdeka, kemarin.
Namun Yoyok belum mau menjawab soal nilai kontrak bekas pelatih Arema Malang itu. Yang jelas, pelatih asal Rembang itu dipastikan bergabung dengan Mahesa Jenar.
''Ini tentu berita gembira, karena kami akhirnya berhasil merekrut Mas Daniel Roekito,'' tegas Yoyok. Masuknya Roekito ke PSIS merupakan sebuah kejutan. Sebab, eks pelatih BPD Jateng, Barito Putra, dan Pupuk Kaltim ini sebelumnya selalu mendapat ''ganjalan'' ketika akan direkrut.
Roekito menjadi incaran lantaran terbukti sukses menangani Arema, meski dengan materi pemain pas-pasan. Kehadirannya di Mahesa Jenar diharapkan mampu memberi angin segar, setelah musim lalu PSIS nyaris terkena degradasi. Wakil Manajer Tim Drs Soemarmo MM ketika diminta konfirmasi juga menyatakan kegembiraannya. Dia mengatakan, sepakat memakai Roekito.
Sebelumnya, Yoyok yang menggantikan Yoyok Mardijo mendekati Suharno yang musim lalu menangani PSS Sleman. Akan tetapi Suharno tampaknya sudah didekati Gelora Putra Delta. (C16-59t)

Copyright© 1996 SUARA MERDEKA
Rabu, 10 Juli 2002

Pilihan Masih Mengarah pada Roekito

SEMARANG - Teka teki siapa pelatih PSIS semakin jelas. Pilihan utama masih tertuju kepada Daniel Roekito, kendati Manajer Tim Yoyok Sukawi, mencoba mendekati mantan pelatih PSS Sleman Suharno.
Ternyata sampai petang kemarin, putra kedua Ketua Umum PSIS H Sukawi Sutarip masih di Semarang, tidak seperti yang dijanjikan, akan ke Surabaya menemui Suharno.
"Baru nanti malam saya ke Surabaya (semalam-Red) menemui Mas Suharno untuk bahan pembanding. Prinsipnya, saya masih mantap Mas Roekito, tetapi akan kami pertimbangkan dulu," tutur Yoyok, sore kemarin.
Pilihan itu melalui banyak pertimbangan, selain mendapat banyak dukungan, domisili Roekito di Semarang, sehingga tidak perlu menyediakan penginapan. Rumah Roekito di Perum Arya Mukti dekat dengan Mes PSIS di Manunggal Jati.
"Prestasinya bagus. Tanpa diperkuat pemain bintang, hanya mengutamakan pemain lokal, dia bisa membawa Arema masuk '8 besar'," tambahnya.
Hal yang sama juga dikemukakan Wakil Manajer Tim Drs Soemarmo MM. Muaranya tetap pada Roekito, setelah mendengarkan paparan program oleh yang bersangkutan saat bertemu beberapa hari lalu.
Dianggap sebagai terobosan tepat, jika pelatih yang pernah membawa Barito Putra masuk empat besar KLI II itu lebih mengutamakan pemain lokal. Sebab, PSIS juga mencanangkan program seperti itu. Dalam waktu dekat PSIS akan menghidupkan kembali Puslat PSIS.
"Kebetulan sama dengan program pengurus PSIS, lebih memprioritaskan pemain lokal. Namun, tidak menutup kemungkinan masih menerima pemain dari luar, untuk menyesuaikan selera pelatih," ujarnya. (C16-57e)

Tuesday, October 6, 2015

Selasa, 9 Juli 2002 Yoyok Sukawi Dekati Suharno SEMARANG - Pelatih asal Korea sudah tidak disebut-sebut lagi oleh Manajer Tim PSIS Yoyok Sukawi. Kini perhatiannya berpaling pada Daniel Roekito dan Soeharno, yang dianggap pas sebagai pelatih kepala PSIS untuk persiapan KLI IX.
Hari Sabtu lalu dia sudah berhasil melakukan pendekatan secara langsung dengan Daniel Roekito, mengenai kesanggupannya menjadi pelatih PSIS. Nilai kontrak dan gaji juga sudah dipaparkan dalam pertemuan tersebut, yang jumlahnya tidak disebutkan.
Entah terlalu mahal atau tidak cocok, pembicaraan yang sudah hampir matang itu tiba-tiba mentah lagi. Menurut rencana, hari ini Yoyok Sukawi akan bertolak menuju Sidoarjo untuk melakukan pembicaraan dengan mantan pelatih PSS Sleman, Suharno.
''Kami diberi batas waktu hari Kamis oleh Daniel Roekito. Sebelum menentukan pilihan, lebih dahulu akan melakukan pendekatan dengan Suharno, kebetulan besok (hari ini-Red) saya ada acara ke Surabaya,'' tutur Yoyok, semalam.
Batas Waktu
Sementara itu, Suharno saat dihubungi semalam lebih banyak menghindar tentang rencana Yoyok menemuinya di Surabaya. ''Memang saya sudah pernah dihubungi. Tetapi belum tahu kapan, entah saya yang harus ke Semarang atau Mas Yoyok yang ke Surabaya,'' jawabnya, singkat.
Daniel Roekito tidak mengelak, telah memberi batas waktu kepada PSIS hari Kamis (11/7). Hal itu dianggap wajar-wajar saja, sebagai pelatih profesional.
''Batas waktu sangat penting bagi saya, sebagai pelatih profesional. Jadi, kalau sewaktu-waktu ada tawaran dari klub lain, bisa langsung memberikan jawaban,'' katanya. (C16-57t)

Monday, October 5, 2015

Sabtu, 6 Juli 2002 Yoyok Konsultasi kepada Simon SEMARANG - Jika beberapa hari lalu belajar manajemen tim dari Yoyok Mardijo, Manajer Tim PSIS Semarang yang baru, Yoyok Sukawi, akan menimba ilmu manajemen pemain ke Simon Legiman.
''Soal pemain, Pak Simon Legiman yang lebih tahu. Besok pagi (hari ini-Red) saya akan datang ke beliau untuk meminta pertimbangan masalah perekrutan pemain dan bagaimana sebaiknya kerangka tim untuk persiapan Kompetisi Liga Indonesia IX,'' tutur Yoyok Sukawi, semalam.
Hari ini, acara manajer tim baru itu padat. Seusai bertemu Simon yang bekas manajer tim Persebaya Surabaya, dia akan melakukan pertemuan dengan pelatih Daniel Roekito. Tempat pertemuan masih dirahasiakan.
''Sebenarnya hari ini (kemarin-Red), pertemuan dengan Mas Roekito. Terpaksa kami batalkan, karena tiket pesawat Jakarta-Semarang habis,'' jelasnya sambil berharap pertemuan hari ini dihadiri Ketua Umum PSIS Sukawi Sutarip.
Mengenai kerangka ofisial tim yang diumumkan kemarin, banyak wajah baru. Nama-nama seperti Manajer Umum HB Gozali, Wakil Manajer Teguh Sugiharto SE, Johar Lin Eng, Sekretaris Tim Teguh Setiyono SE, dan Bendahara Tim Budi Purwoko SE tak tercantum lagi.
Sekum PSIS Prijo Anggoro SH MSi yang sebelumnya disebut-sebut menjadi Humas Tim juga tak masuk. Humas Tim dipercayakan kepada Drs Masrukhan Bahri MM yang Kepala Infokom Pemkot Semarang. Hingga kini hanya jabatan pelatih, asisten pelatih, dan pelatih fisik belum terisi.
Susunan ofisial PSIS selengkapnya. Manajer Tim: AS Sukawijaya; Wakil Manajer Tim: Drs Soemarmo; Asisten Manajer Tim: Danur Rispriyanto, Bendahara: Sri Poncowati, Humas: Drs Masrukhan Bahri, Perlengkapan: Rosidin/Suyatno, Sopir: Sukirman, Dokter: dr Elang Sumambar, Masseur: Drs Didik Nirwono, Disiplin: Purwanto.(C16-59j)

Pilihan Masih Mengarah pada Roekito

SEMARANG - Teka teki siapa pelatih PSIS semakin jelas. Pilihan utama masih tertuju kepada Daniel Roekito, kendati Manajer Tim Yoyok Sukawi, mencoba mendekati mantan pelatih PSS Sleman Suharno.
Ternyata sampai petang kemarin, putra kedua Ketua Umum PSIS H Sukawi Sutarip masih di Semarang, tidak seperti yang dijanjikan, akan ke Surabaya menemui Suharno.
"Baru nanti malam saya ke Surabaya (semalam-Red) menemui Mas Suharno untuk bahan pembanding. Prinsipnya, saya masih mantap Mas Roekito, tetapi akan kami pertimbangkan dulu," tutur Yoyok, sore kemarin.
Pilihan itu melalui banyak pertimbangan, selain mendapat banyak dukungan, domisili Roekito di Semarang, sehingga tidak perlu menyediakan penginapan. Rumah Roekito di Perum Arya Mukti dekat dengan Mes PSIS di Manunggal Jati.
"Prestasinya bagus. Tanpa diperkuat pemain bintang, hanya mengutamakan pemain lokal, dia bisa membawa Arema masuk '8 besar'," tambahnya.
Hal yang sama juga dikemukakan Wakil Manajer Tim Drs Soemarmo MM. Muaranya tetap pada Roekito, setelah mendengarkan paparan program oleh yang bersangkutan saat bertemu beberapa hari lalu.
Dianggap sebagai terobosan tepat, jika pelatih yang pernah membawa Barito Putra masuk empat besar KLI II itu lebih mengutamakan pemain lokal. Sebab, PSIS juga mencanangkan program seperti itu. Dalam waktu dekat PSIS akan menghidupkan kembali Puslat PSIS.
"Kebetulan sama dengan program pengurus PSIS, lebih memprioritaskan pemain lokal. Namun, tidak menutup kemungkinan masih menerima pemain dari luar, untuk menyesuaikan selera pelatih," ujarnya. (C16-57e)