Kemenangan 2-1 atas Persis pada lanjutan final leg pertama di
Stadion Jatidiri, Minggu (2/8) mengantarkan PSIS menjuarai Piala Polda
Jateng-Intidana 2015. Secara keseluruhan skuad besutan M Dofir unggul
agregrat 2-1 setelah di leg kedua bermain imbang 0-0.
Ribuan penonton dan suporter yang memadati Stadion Jatidiri pun berpesta. Kembang api menyala di berbagai sudut stadion yang menjadi markas Laskar Mahesa Jenar. PSIS tak sekadar menjadi juara, mereka menjadi satu-satunya tim yang tak terkalahkan dalam turnamen ini.
Ribuan penonton dan suporter yang memadati Stadion Jatidiri pun berpesta. Kembang api menyala di berbagai sudut stadion yang menjadi markas Laskar Mahesa Jenar. PSIS tak sekadar menjadi juara, mereka menjadi satu-satunya tim yang tak terkalahkan dalam turnamen ini.
Skuad
besutan M Dofir mencatatkan tujuh kali kemenangan dan tiga kali seri.
Kemenangan di final, ikut menambah dominasi Fauzan Fajri dkk atas
saudara tuanya, Laskar Sambernyawa. Tahun ini, dari enam kali pertemuan,
Persis tak pernah menang dari PSIS. Adapun PSIS mencatatkan tiga kali
kemenangan dan tiga lainnya berakhir imbang.
Pertandingan
Pertandingan leg pertama, mulai dilanjutkan pada menit ke-28 dengan keunggulan PSIS 1-0. Wasit Maulana tidak memulai pertandingan melalui titik putih, melainkan diberikan kepada pemain PSIS dan kemudian melakukan tindakan fair play dengan membuang bola ke luar lapangan.
PSIS
yang tampil menekan, kecolongan pada menit ke-45. Bek persis Akbar
Rianysah berhasil melewati adangan Taufik Hidayat dan mengirim umpan crossing
ke tengah. Bola langsung disambar Abdi Gusti melalui sundulan kepala
dan diselesaikan dengan sontekan Feriyanto. Skor imbang 1-1, bertahan
hingga jeda.
Gol yang ditunggu-tunggu akhirnya PSIS datang
juga. Pada menit 90+2, Wasit Maulana menunjuk titik putih karena
menganggap bek Persis Rico Fernanda melakukan pelanggaran di kotak
terlarang. Dari rekaman pertandingan, Rico mengangkat kaki terlalu
tinggi saat berduel dengan Bakori Andreas.
Keputusan itu
menuai protes keras dari para pemain Persis. Mereka mengkroyok wasit
Maulana hingga terjatuh. Puluhan aparat keamanan yang bersiaga langsung
mengamankan situasi. Beberapa menit berselang, pertandingan kembali
dilanjutkan.
Kapten PSIS Fauzan Fajri yang menjadi algojo
melaksanakan tugasnya dengan baik. Tendangannya tak mampu dibaca kiper
Persis Agung Prasetyo. Tak lama berselang, wasit meniupkan peluit
panjang tanda berakhirnya pertandingan. PSIS menang 2-1.
''Anak-anak
justru tampil terbenani di kandang sendiri. Hal itu membuat lengah di
babak pertama. Namun di paruh kedua, serangan sudah mulai hidup dan kami
banyak menekan,'' tandas Pelatih PSIS M Dofir.
Trofi juara
diserahkan Wakapolda Jateng Brigjen Pol Musyafak. PSIS yang menjadi
juara mendapatkan hadiah Rp 30 juta. Persis di posisi runner-up
mendapatkan Rp 20 juta. Adapun PSCS Cilacap dan Persibas Banyumas di
peringkat tiga bersama masing-masing mendapatkan Rp 5 juta.
''Gelaran
ini menjadi bentuk kepercayaan kami kepada masyarakat, suporter, dan
pecinta bola Jateng. Di saat daerah lain tidak ada kegiatan sepak bola,
kami menyelenggarakan. Kami harap ini dapat membuat sepak bola Indonesia
menjadi lebih baik,'' pesan Kapolda Jateng Irjen Nur Ali yang
disampaikan Birgjen Pol Musyafak dalam sambutannya.

No comments:
Post a Comment