Sunday, September 6, 2015



Kemenangan 2-1 atas Persis pada lanjutan final leg pertama di Stadion Jatidiri, Minggu (2/8) mengantarkan PSIS menjuarai Piala Polda Jateng-Intidana 2015. Secara keseluruhan skuad besutan M Dofir unggul agregrat 2-1 setelah di leg kedua bermain imbang 0-0.
Ribuan penonton dan suporter yang memadati Stadion Jatidiri pun berpesta. Kembang api menyala di berbagai sudut stadion yang menjadi markas Laskar Mahesa Jenar. PSIS tak sekadar menjadi juara, mereka menjadi satu-satunya tim yang tak terkalahkan dalam turnamen ini. 
Skuad besutan M Dofir mencatatkan tujuh kali kemenangan dan tiga kali seri. Kemenangan di final, ikut menambah dominasi Fauzan Fajri dkk atas saudara tuanya, Laskar Sambernyawa. Tahun ini, dari enam kali pertemuan, Persis tak pernah menang dari PSIS. Adapun PSIS mencatatkan tiga kali kemenangan dan tiga lainnya berakhir imbang. 

Pertandingan
Pertandingan leg pertama, mulai dilanjutkan pada menit ke-28 dengan keunggulan PSIS 1-0. Wasit Maulana tidak memulai pertandingan melalui titik putih, melainkan diberikan kepada pemain PSIS dan kemudian melakukan tindakan fair play dengan membuang bola ke luar lapangan. 
PSIS yang tampil menekan, kecolongan pada menit ke-45. Bek persis Akbar Rianysah berhasil melewati adangan Taufik Hidayat dan mengirim umpan crossing ke tengah. Bola langsung disambar Abdi Gusti melalui sundulan kepala dan diselesaikan dengan sontekan Feriyanto. Skor imbang 1-1, bertahan hingga jeda. 
Gol yang ditunggu-tunggu akhirnya PSIS datang juga. Pada menit 90+2, Wasit Maulana menunjuk titik putih karena menganggap bek Persis Rico Fernanda melakukan pelanggaran di kotak terlarang. Dari rekaman pertandingan, Rico mengangkat kaki terlalu tinggi saat berduel dengan Bakori Andreas.
Keputusan itu menuai protes keras dari para pemain Persis. Mereka mengkroyok wasit Maulana hingga terjatuh. Puluhan aparat keamanan yang bersiaga langsung mengamankan situasi. Beberapa menit berselang, pertandingan kembali dilanjutkan. 
Kapten PSIS Fauzan Fajri yang menjadi algojo melaksanakan tugasnya dengan baik. Tendangannya tak mampu dibaca kiper Persis Agung Prasetyo. Tak lama berselang, wasit meniupkan peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan. PSIS menang 2-1. 
''Anak-anak justru tampil terbenani di kandang sendiri. Hal itu membuat lengah di babak pertama. Namun di paruh kedua, serangan sudah mulai hidup dan kami banyak menekan,'' tandas Pelatih PSIS M Dofir.
Trofi juara diserahkan Wakapolda Jateng Brigjen Pol Musyafak. PSIS yang menjadi juara mendapatkan hadiah Rp 30 juta. Persis di posisi runner-up mendapatkan Rp 20 juta. Adapun PSCS Cilacap dan Persibas Banyumas di peringkat tiga bersama masing-masing mendapatkan Rp 5 juta. 
''Gelaran ini menjadi bentuk kepercayaan kami kepada masyarakat, suporter, dan pecinta bola Jateng. Di saat daerah lain tidak ada kegiatan sepak bola, kami menyelenggarakan. Kami harap ini dapat membuat sepak bola Indonesia menjadi lebih baik,'' pesan Kapolda Jateng Irjen Nur Ali yang disampaikan Birgjen Pol Musyafak dalam sambutannya. 

No comments:

Post a Comment