Tuesday, September 8, 2015


Hari Nur Ingin Bertahan di PSIS


Bila kompetisi kembali digelar, striker Hari Nur Yulianto, berkeinginan bertahan bersama PSIS. Pemain 26 tahun asal Kendal itu telah menemukan chemistry setelah tiga tahun terakhir membela tim berjuluk Laskar Mahesa Jenar.
”Keinginan saya, tentunya kembali bermain untuk PSIS. Tapi saya masih menunggu perkembangan dari PSIS dan sepak bola Indonesia. Terpenting saat ini, para pemain membutuhkan kepastian kapan kompetisi sepak bola Indonesia kembali diputar,” kata pemain bernomor punggung 22 itu.
Bila terealisasi, akan menjadi berkah tersendiri bagi PSIS, setelah Johan Yoga Utama juga ingin kembali ke PSIS. Pasalnya, tak mudah mencari sosok striker lokal berkualitas dan rajin mencetak gol. Bila pun ada, sudah diburu oleh tim-tim asal Indonesia Super League (ISL).
Hal itu bukan tanpa alasan. Masuknya ekspatriat ke sepak bola Indonesia, telah mengurangi jatah tampil pemain-pemain lokal. Kebanyakan klub-klub lebih mempercayakan pemain lokal di sejumlah posisi tertentu, seperti bek tengah, playmaker dan striker.
Hari Nur pun menembus dominasi striker-striker asing pada kompetisi Divisi Utama musim 2014 lalu. Dia menjadi satu-satunya striker lokal yang mampu menembus tiga besar top skorer semusim dengan 14 gol. Bahkan dia menyisihkan rekan setim, Julio Alcorse (Argentina) yang hanya mencetak 13 gol.
Bahkan, Hari Nur ikut mencatatkan namanya dalam pencetak gol terbanyak di PSIS. Saat ini, Hari Nur Sudah menyumbangkan 22 gol. Sebanyak enam gol pada musim 2013, 14 gol pada musim 2014 dan dua gol pada Piala Polda Jateng-Intidana 2015.
Di PSIS, namanya berada di bawah dua pemain legendaris, yakni Julio Lopez asal Chile dan Emanuel De Porras (Argentina). Lopez telah mencetak 36 gol untuk PSIS, 16 gol pada musim 2003 dan 20 gol pada musim 2007. Sedangkan Porras mencetak 23 gol, sebanyak 13 gol di musim 2005 dan 10 gol di musim selanjutnya.

No comments:

Post a Comment