Laga Rusuh, Pelatih PSIS Bela Pasoepati
Laga final leg kedua
Piala Polda Jateng 2015 antara Persis Solo dan PSIS Semarang di Stadion
Manahan Solo, berakhir rusuh. Pada Kamis (30/7) sore, Pelatih PSIS, M
Dhofir, mengatakan kerusuhan antar suporter itu dipicu oleh provokator,
bukan Pasoepati.
Kerusuhan itu terjadi pada menit-menit akhir
babak kedua. Kabarnya, suporter Laskar Samber Nyawa, Pasoepati, yang
mayoritas memakai baju merah bentrok dengan suporter Persis yang memakai
baju serba hitam di tribun timur.
Pasoepati marah karena suporter
yang memakai baju hitam tersebut melempar asisten wasit dengan batu
sampai tergeletak. Insiden itu terjadi pada masa
injury time babak kedua.
“Pasoepati marah dengan suporter baju hitam yang juga mendukung Persis.
Hal itu karena mereka melempari asisten wasit sehingga pertandingan
dihentikan. Menurut saya, sportivitas yang dijaga Pasoepati dirusak oleh
oknum tersebut,” ujar M Dhofir kepada SportSatu usai pertandingan.
Laga tersebut berakhir imbang tanpa gol. Hasil itu otomatis
menguntungkan buat Mahesa Jenar, karena sebelumnya di leg pertama PSIS
unggul, 1-0, atas Persis.
Sebelumnya, laga tersebut juga sempat dihentikan pada menit ke-65. Hal itu karena salah satu suporter menyalakan petasan.
Pertandingan lanjutan final leg pertama akan bergulir di markas PSIS,
Stadion Jatidiri Semarang. Namun, masih belum diketahui kapan laga
tersebut digulirkan.
No comments:
Post a Comment