JEPARA - Duel Persijap Jepara kala menjamu PSIS Semarang pada
lanjutan Kompetisi Liga Djarum Indonesia di Stadion Kamal Djunaidi, Minggu
(12/3) sore ini sarat dengan nuansa kenangan. Pertandingan ini akan mengingatkan
memori kedua tim yang sepanjang 2005 lalu pernah bertemu tiga kali. Namun
pada pertandingan sore ini, PSIS memilih sikap melupakan memori, sementara
kubu Persijap seakan terinspirasi.
Pada Februari 2005, sebelum kompetisi liga bergulir, kedua tim berjumpa
pada pertandingan persahabatan yang tetap sengit di Stadion Kamal Djunaidi.
Ketika itu skor berakhir imbang 0-0. Di ajang liga 2005 lalu, kedua tim menjalani kompetisi di wilayah yang berbeda, Persijap di wilayah timur dan PSIS di barat. Pertemuan resmi liga kedua tim sore ini merupakan yang pertama, setidaknya dalam tiga dasawarsa. Sejak berdiri pada 1954 atau selama kurang lebih 30 tahun, Persijap belum begitu bersinar di kancah nasional. Baru pada 1982, Persijap unjuk bukti dengan meraih supremasi tertinggi liga remaja dengan menggondol Piala Suratin, setelah mengempaskan Persib Bandung pada partai final di Stadion Diponegoro Semarang.
Persijap melaju ke partai puncak setelah mengandaskan ambisi juara bertahan PSMS Medan, sedangkan Persib memulangkan Persisam Samarinda. Sebelum itu, pada 1973 atau era Kamal Djunaidi, pemain legendaris yang namanya diabadikan menjadi nama stadion, Persijap menjuarai Piala Makutarama, setelah menang di partai final atas Persipa Pati. Sayang, anak-anak asuhan Lasidin, pelatih elegan itu harus terkena musibah tersambar petir di Stadion Salatiga. Kamal Djunaidi meninggal dunia di partai bersejarah itu. Persijap untuk kali pertama melenggang ke Divisi I pada 1991, setelah berkiprah di Divisi II beberapa tahun.
Sepanjang perjalanan Persijap itu, nama besar PSIS tak bisa dilupakan. Klub yang berusia 23 tahun lebih tua dari Persijap ini menjadi langganan peserta kompetisi Divisi Utama PSSI. Bahkan, tim ini meraih juara pada 1986/1987. Pada saat Persijap kali pertama naik ke Divisi Utama pada 2000/2001, justru PSIS terdegradasi, setelah pada musim sebelumnya meraih gelar juara.
Perjumpaan resmi kedua tim adalah Piala Indonesia pada 2005 lalu. Ketika itu, Persijap mampu mengatasi PSIS Semarang dengan skor 2-1 (di Jepara) dan 3-2 (di Semarang). Di skuad PSIS Semarang saat ini masih ada - setidaknya - sembilan pemain yang terlibat dalam duel 2005. Mereka adalah Fofee Kamara, Idrus Gunawan, Modestus Setiawan, Hari Salisburi, M Ridwan, Indriyanto Nugroho, I Komang Putra, dan Agus Murod. Sementara di Skuad Persijap, hanya ada empat pemain yang merasakan pertemuan itu. Mereka adalah Evaldo da Silva, Edward Isir, Kasiyadi, dan Phaitoon Thiabma.
Wajar pertemuan mereka pada pertandingan liga sore ini merupakan kenangan yang mau tidak mau harus berlanjut, meski di kompetisi yang berbeda. Evaldo , Kapten Tim Persijap memberikan spirit kepada rekan-rekannya, termasuk yang belum pernah ''berjumpa'' dengan PSIS. Dia meminta mereka tampil total dan tak keberatan menjadikan kenangan masa lalu itu sebagai inspirasi meraih sukses yang sama. ''Semuanya harus tampil total dan mengeluarkan seluruh kemampuan. Ini partai lebih dari sekadar rutinitas kompetisi,'' kata pemain asal Brasil itu.
Tak Lihat Belakang
Sementara itu, para pemain PSIS tak ambil pusing dengan rekor pertemuannya dengan Persijap. Indriyanto Nugroho keberatan mengenang memori 2005 itu.
''Kami tekankan kepada rekan-rekan untuk tidak melihat ke belakang. Kami tertarik dengan besarnya fighting spirit tim kami menjelang pertandingan,'' ungkapnya usai mengikuti latihan di Stadion Kamal Djunaidi, Sabtu (12/3).
Ia yang belum pernah mencetak gol selama kompetisi 2006 ini bertekad bisa mencetaknya di gawang Persijap. ''Saya akan berusaha maksimal bisa mencetak gol,'' lanjutnya.
Penegasan melupakan memori juga dilontarkan Hari Salisburi. Pemain yang memiliki akurasi tendangan bebas itu yakin, timnya bisa meraih kemenangan dan menghentikan memori kelam 2005.
''Tidak karena sejarah itu. Saya menganggap partai ini penting. Ini pertandingan biasa. Jika kami bisa melakukan kreasi dalam permainan nanti, itu akan memuluskan kami untuk me nang,'' tutur pemain yang mengawali karier bersama Bina Taruna Persijatim Solo itu. (H15-28m)
No comments:
Post a Comment