Selasa, 2 Juli 2002
SEMARANG - Setelah ditunggu cukup lama, akhirnya Ketua Umum PSIS
Sukawi Sutarip SH mengeluarkan surat keputusan (SK) pengangkatan terhadap
Alamsyah Satyanegara Sukawi Jaya sebagai Manajer Tim PSIS Utama menggantikan
Ir Yoyok Mardijo, yang tidak bersedia dipilih lagi.
Putra kedua Sukawi Sutarip itu - panggilan sehari-harinya juga Yoyok,
sama halnya dengan panggilan Ir Anggoro Mardi Husodo, Manajer PSIS sebelumnya
- sejak kemarin resmi menjadi Manajer Tim PSIS lewat SK No 20/178/KU/VII/2002,
tertanggal 1 Juli 2002.
''Baru sekarang kami berani bicara berterus terang, karena sudah disahkan
lewat SK. Kami meminta semua pihak ikut mendukung, dengan harapan pada
kompetisi mendatang bisa terbentuk tim PSIS Utama yang tangguh,'' tutur
Sekum PSIS Prijo Anggoro BR SH MSi, kemarin.
Setelah disahkan menjadi manajer tim sampai berakhirnya KLI IX, pihaknya
berharap Yoyok segera menjalankan tugasnya, dengan menunjuk pendamping-pendamping
yang dianggap lebih cocok.
Setelah wakil manajer dan ofisial yang lain terpilih, baru kemudian
menentukan pelatih, yang tugasnya memilih asisten pelatih, untuk menentukan
pemain-pemain yang dikehendaki.
''Saya sebagai sekum tetap akan all out mendukung manajer terpilih,
seperti yang sudah terjadi pada kompetisi sebelumnya. Kami tetap berharap,
PSIS bisa lebih maju lagi.''
Banyak Belajar
Sementara itu, Alamsyah Satyanegara Sukawi Jaya kepada Suara
Merdeka semalam mengaku masih harus banyak belajar tentang sepakbola,
terutama mengenai jabatan yang diembannya.
''Saya harus lebih banyak belajar tentang sepakbola, terutama belajar
kepada Mas Yoyok (Yoyok Mardijo - Red), yang kami anggap sukses membawa
PSIS juara Divisi I dan bertahan di Divisi Utama,'' jelasnya.
Sampai saat ini dia masih belum mempunyai gambaran tentang PSIS di
masa mendatang, karena harus konsultasi dulu dengan pakar-pakar bola di
Semarang sebelum melangkah ke persiapan tim.
''Mas Yoyok juga sudah ada kesanggupan untuk membantu saya, sehingga
dalam waktu dekat ini akan kami adakan pertemuan khusus, untuk membahas
persiapan tim. Tanpa dukungan mereka, kami tidak ada artinya,'' tambahnya.
Sementara itu, Ir Yoyok Mardijo masih tetap komitmen terhadap kemajuan
PSIS, kendati sudah lepas jabatan. ''Saya tidak bisa lepas dari PSIS, sehingga
siap membantu,'' janjinya.
Bahkan, beberapa waktu yang lalu dirinya sudah memberanikan diri usul
ke PSSI, pada KLI mendatang dari 20 tim di Divisi Utama supaya dijadikan
satu grup, dengan kompetisi penuh.(C16-57t)
No comments:
Post a Comment